Berita
Setiap Usaha Harus Memiliki Amdal
Rabu, 13 Juli 2011 10:57 WIB | Dibaca 1.133 kali
SUNGAILIAT (radarbangka.co.id) - Kabid Pemantauan dan Pemulihan Lingkungan Hidup, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangka, Musadat SP, Msi, mengatakan, setiap pemrakarsa atau orang yang akan melakukan kegiatan, wajib memiliki dokumen kegiatan seperti Amndal, SPPL (Surat  Pernyataan Pengelolaan Lingkungan), UPLUKL (Upaya Pengelolaan Usaha Kelingkungan Hidup) serta dokumen lainnya.
  Ini menurut Musadat, bertujuan agar setiap pelaku usaha mengerti tentang limbah yang tertera dalam dokumen tersebut serta bagaimana cara pengelolaannya.
  Ia menjelaskan, untuk Amdal sendiri, tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2006 yang berisikan, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup telah ditetapkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2001 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi Dengan Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
“Seperti contohnya perusahaan atau tempat usaha yang mengeluarkan bahan baku industri dan limbah itu dikenakan AMDAL. Maka dari itu, semua jenis usaha akan diberikan dokumen yang di dalam tertera AMDAL, agar para pelaku usaha tahu bagaimana cara mengelola limbah yang ditimbulkan dari usaha yang mereka kelola dengan Permen
yang ada “ katanya.
    Sebagai contoh, pemrakarsa rumah makan, harus bisa mengelola limbah tersebut dengan baik, dengan cara membuat subtiteng, agar limbahnya tidak kemana mana sehingga masyarakat sekitar merasa tidak terganggu dengan kegiatan usaha tersebut.
      Di dalam kegiatan yang dilakukan oleh pemrakarsa itu yang paling tertinggi adalah Amdal kedua UPLUKL terus SPPL. Untuk UPLUKL ini diberikan kepada CV, sementara untuk perusahaan diberikan Amdal. Sementara untuk usaha seperti rumah tangga di berikan SPPL yang mana SPPL ini merupakan usaha rumah tangga atau perorangan seperti rumah makan.
  “SPPL ini diberikan kepada rumah makan. Rumah makan inikan ada limbahnya, maka dari itu rumah makan itu harus membuat surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan terhadap usaha yang ia lakukan. Dengan adanya surat tersebut yang memiliki usaha melaporkan kepada kita (BLH). Sementara kewajiban kami melakukan pemantauan terhadap usaha yang
dilakukan Pemrakarsa tersebut apakah tempat usaha mereka limbahnya benar benar
mereka kelola dengan baik,” jelasnya. (rif)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Daihatsu Harap Xenia Enggak Ada Matinya
Daihatsu Harap Xenia Enggak Ada Matinya
JAKARTA-Jejak Multi Purpose Vehicle (MPV) legendaris Indonesia, Toyota Kijang menjadi inspirasi Daihatsu untuk mempertahankan keberadaan Low MPV Xenia. Toyota Kijang yang dicintai penggemarnya hingga puluhan tahun itu diharapkan bisa dikecap pula oleh Daihatsu Xenia.
Liverpool vs Madrid, Tuah Anfield
Liverpool vs Madrid, Tuah Anfield
LIVERPOOL-Laga big match akan tersaji dalam gameweek 3 Liga Champions Grup B. Dua klub dengan reputasi mentereng di Eropa, Liverpool dan Real Madrid akan saling bunuh dalam laga yang dihelat di Anfield, Kamis (23/10) dini hari nanti.
10 Guru Bantu Ketemu Jokowi
10 Guru Bantu Ketemu Jokowi
JAKARTA - Sepuluh perwakilan guru bantu dari Provinsi DKI Jakarta mendapat kesempatan untuk berdialog dan mengikuti tur Istana bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (20/10) siang.
Mitra Radar