Berita
Menandai Awal Musim Hujan dan Kemarau
Sabtu, 03 November 2012 09:40 WIB | Dibaca 388 kali
PANGKALPINANG-Memasuki awal musim penghujan ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang mengungkapkan, musim hujan dapat ditandai dengan curah hujan selama setiap sepuluh hari atau yang sering disebut dengan dasarian. Menurut dia, Akhmad Fadholi, penetapan dasarian dimulai dari tanggal 1 Januari. Dasarian pertama adalah satuan waktu sepuluh hari dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 10 Januari, dasarian kedua dari tanggal 11 Januari sampai sampai dengan tanggal 20 Januari.  "Untuk bulan yang memiliki jumlah hari 31, dasarian ketiga ditetapkan dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 31, sedangkan untuk bulan Februari, dasarian ketiga dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 28 atau 29 Februari," kata dia kepada RB melalui pres rilisnya kemarin (2/11).

Dia menjelaskan, awal musim didefinisikan sebagai dasarian awal mulainya musim. (BMKG) mengeluarkan aturan bahwa untuk permulaan musim kemarau, jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.

Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010).
Sedangkan untuk permulaan musim hujan, jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. "Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010)," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, awal musim hujan atau kemarau di setiap daerah untuk setiap tahunnya berbeda-beda tergantung pada faktor kondisi dan tatanan cuaca lainnya dalam skala besar. "Panjang musim pun di setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan letak geaografisnya, unsur cuaca/iklim Indonesia mempunyai variasi musiman. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan," urainya.

Oleh karena itu lanjut ia, di Indonesia dikenal dengan musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Pada umumnya sewaktu matahari berada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret , curah hujan akan lebih banyak jika dibandingkan sewaktu matahari berada di belahan bumi utara dari bulan April sampai september. Namun, di daerah-daerah tertentu belum tentu demikian karena adanya faktor lokal. "Berbeda dengan cuaca dan iklim. Musim adalah selang waktu dengan cuaca yang paling sering terjadi atau mencolok, misalnya musim hujan adalah rentang waktu yang anyak terjadi hujan, musim kemarau rentang waktu yang sedikit hujan , musim dingin rentang waktu dengan suhu udara selalu rendah dan musim panas rentang waktu dengan suhu udara selalu tinggi," tutupnya. (rel)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Nikmati Kopi Citarasa Khas di Kedai Toa
Nikmati Kopi Citarasa Khas di Kedai Toa
PANGKALPINANG-Bertambah satu lagi warung kopi di Kota Pangkalpinang. Kedai Toa kini hadir di jalan Sudirman Utama Pangkalpinang dapat menjadi pilihan tepat anda menikmati sensasi kopi dengan rasa yang khas serta harga yang merakyat.
Milan vs Juventus, Bara Awal Musim
Milan vs Juventus, Bara Awal Musim
MILAN-Baru giornata 3, Serie A musim 2014/15 sudah disuguhi sebuah grande partita penuh bara api rivalitas. Penguasa klasemen sementara AC Milan menjamu juara bertahan Juventus di San Siro dengan kondisi sama-sama dalam performa menanjak. Mereka akan bentrok Minggu (21/9) dini hari nanti pukul 01.45 WIB.
Kemendikbud Permanenkan Program SM3T
Kemendikbud Permanenkan Program SM3T
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya mempertahankan program unggulan mereka; sarjana mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM3T).
Mitra Radar