Berita
Menandai Awal Musim Hujan dan Kemarau
Sabtu, 03 November 2012 09:40 WIB | Dibaca 1.152 kali
PANGKALPINANG-Memasuki awal musim penghujan ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang mengungkapkan, musim hujan dapat ditandai dengan curah hujan selama setiap sepuluh hari atau yang sering disebut dengan dasarian. Menurut dia, Akhmad Fadholi, penetapan dasarian dimulai dari tanggal 1 Januari. Dasarian pertama adalah satuan waktu sepuluh hari dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 10 Januari, dasarian kedua dari tanggal 11 Januari sampai sampai dengan tanggal 20 Januari.  "Untuk bulan yang memiliki jumlah hari 31, dasarian ketiga ditetapkan dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 31, sedangkan untuk bulan Februari, dasarian ketiga dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 28 atau 29 Februari," kata dia kepada RB melalui pres rilisnya kemarin (2/11).

Dia menjelaskan, awal musim didefinisikan sebagai dasarian awal mulainya musim. (BMKG) mengeluarkan aturan bahwa untuk permulaan musim kemarau, jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) kurang dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya.

Permulaan musim kemarau, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010).
Sedangkan untuk permulaan musim hujan, jumlah curah hujan dalam satu dasarian (10 hari) sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. "Permulaan musim hujan, bisa terjadi lebih awal (maju), sama, atau lebih lambat (mundur) dari normalnya (rata-rata 1981-2010)," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, awal musim hujan atau kemarau di setiap daerah untuk setiap tahunnya berbeda-beda tergantung pada faktor kondisi dan tatanan cuaca lainnya dalam skala besar. "Panjang musim pun di setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan letak geaografisnya, unsur cuaca/iklim Indonesia mempunyai variasi musiman. Variasi musiman tersebut dapat jelas terlihat pada curah hujan," urainya.

Oleh karena itu lanjut ia, di Indonesia dikenal dengan musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim tersebut dibedakan dari banyaknya curah hujan. Pada umumnya sewaktu matahari berada di belahan bumi selatan dari bulan Oktober sampai Maret , curah hujan akan lebih banyak jika dibandingkan sewaktu matahari berada di belahan bumi utara dari bulan April sampai september. Namun, di daerah-daerah tertentu belum tentu demikian karena adanya faktor lokal. "Berbeda dengan cuaca dan iklim. Musim adalah selang waktu dengan cuaca yang paling sering terjadi atau mencolok, misalnya musim hujan adalah rentang waktu yang anyak terjadi hujan, musim kemarau rentang waktu yang sedikit hujan , musim dingin rentang waktu dengan suhu udara selalu rendah dan musim panas rentang waktu dengan suhu udara selalu tinggi," tutupnya. (rel)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Sriwijaya Air Siapkan 191 Ribu Kursi Tambahan
Sriwijaya Air Siapkan 191 Ribu Kursi Tambahan
JAKARTA - Sriwijaya Air menyiapkan penerbangan ekstra (extra flight) ke berbagai tujuan di Indonesia. Untuk mengatisipasi arus mudik Lebaran, Sriwijaya Air
Kejutan Warnai Starting Eleven Spanyol
Kejutan Warnai Starting Eleven Spanyol
TOULOUSE - Tongkat estafet kiper timnas Spanyol akhirnya berpindah. Meski didera masalah dugaan melakoni pesta seks dengan anak di bawah umur, David De Gea didaulat berada di bawah mistar La Furia Roja, di partai perdana mereka di Grup D Euro 2016.
Dewan Ingatkan Jangan Ada Pungli Siswa Baru
Dewan Ingatkan Jangan Ada Pungli Siswa Baru
KOBA - Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Erlansyah Roskar mengingatkan pihak sekolah jangan melakukan praktik pungli dalam penerimaan siswa baru (PSB).
Mitra Radar