Berita
HTI: Raperda HIV/Aids Legalisasi Zinah
Kamis, 01 November 2012 10:58 WIB | Dibaca 627 kali
Babel 10 Besar se-Indonesia Dalam Penyebaran HIV Aids

PANGKALPINANG - Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mempertanyakan rancangan peraturan daerah (raperda) insiatif tentang penanggulangan HIV/AIDS yang dinilai dapat melegalkan perzinahan di Babel.

Untuk mengetahui secara pasti tentang raperda tersebut, beberapa aktivis HTI Babel ini langsung mendatangi DPRD Babel, Rabu (31/10) kemarin dan diterima langsung oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Babel, Toni Purnama, Wakil Ketua ,Bahani dan anggota Komisi IV, Taufik Mardin dan Zuraila.

Kedatangan aktivis ini membuat Komisi IV DPRD Babel menggelar audiensi di ruang rapat Komisi IV.

Dalam Audiensi ini, Ketua DPD I HTI, Ustadz Sofian Rudianto mempertanyakan apakah benar Raperda penanggulangan HIV/AIDS yang diinisiatif DPRD belum masuk dalam pembahasan di badan legislasi (Banleg).

Sofian mengatakan, apabila Raperda tersebut disahkan maka seakan-akan ada legalisasi perzinahan di Babel. Terlebih apabila di dalamnya ada aturan yang melegalkan penggunaan kondom saat berhubungan dengan PSK baik di Hotel maupun lokalisasi. "Ini tidak akan menyelesaikan masalah, malah nantinya akan menimbulkan masalah baru," ujar Sofian.

Menurut Sofian, dalam menanggulangi masalah HIV Aids bukan dengan cara melegalkan penggunaan kondom seperti penempatan ATM kondom di lokalisasi, namun mengatasinya lebih menekankan bagaimana agar pemerintah menututp lokalisasi dan memberantas peredaran narkoba. "Karena penyebaran HIV Aids ini lebih banyak karena seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," tandasnya seraya mengingatkan, penanggulangan HIV Aids merupakan tugas bersama. "Semua tempat prostitusi di Babel harus ditutup paling tidak untuk meminimalisir penyebaran HIV Aids ini," pungkasnya.

Sofian menambahkan, selain sebagai tempat penyebaran HIV Aids, tempat hiburan malam juga sering dijadikan sebagai tempat transkasi narkoba yang juga salah satu pemicu penyebaran HIV/AIDS.

Sementara, Sekretaris Komisi IV, Toni Purnama terkait kedatangan HTI ini mengatakan, pengajuan Raperda penanggulangan HIV/ AIDS ini merupakan hak inisiatif DPRD yang peduli untuk melakukan penanggulangan HIV Aids.

Akan tetapi lanjut Toni, Raperda tersebut baru sebatas pengajuan judul yang dirasakan sangat jauh dari pembahasan. "Raperda ini belum masuk dalam jadwal pembahasan Banleg, karena baru pengajuan judul, jadi kita juga masih mempelajari masalah ini," ujar Toni.

Namun kata Toni, pengajuan Raperda ini sangat dibutuhkan mengingat penyebaran HIV Aids di Babel dalam kondisi mengerikan. "Babel saat ini masuk dalam urutan 10 besar di Indonesia dalam penyebaran HIV/ Aids," ujarnya. 

Pengidap HIV Aids ini kata Toni terdiri dari ibu-ibu yang tidak berdosa sampai masyarakat kelas menengah ke atas yang sengaja dirahasiakan. "Mengapa ibu-ibu yang tidak berdosa ini yang kena, karena kadang-kadang ada yang dari kampung main ke Pangkalpinang tahu-tahunya ke tempat prostitusi, akhirnya istri mereka di rumah yang tidak tahu menahu ikut terkena juga, dan tak hanya itu, ada juga pengidap HIV Aids ini dari kalangan menengah ke atas, hanya saja sengaja dirahasiakan," terang Toni.

Bahkan kata Toni, dari data KPA seluruh Kabupaten se Babel sudah ada orang yang terkena virus mematikan ini, dengan jumlah penduduk yang hanya 1,2 juta tapi pengidap HIV Aids nya cukup tinggi.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya dari Pemda untuk menyikapi persoalan tersebut. Pengajuan raperda kata dia, merupakan perhatian dari komisi IV untuk memancing reaksi dari Pemerintah Daerah.

Toni menambahkan, Komisi IV juga tidak akan gegabah dalam merancang raperda inisiatif tersebut. Pihaknya akan tetap meminta masukan dari lembaga pencegahan HIV/Aids, organisasi masayarakat, tokoh agama untuk membahas soal Raperda tersebut. (ydi)




comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Masa Bawang Merah Impor Juga?
Masa Bawang Merah Impor Juga?
JAKARTA - Ketua Forum Tani Indonesia (Fortani), Wayan Supadno menyatakan kecewa atas keputusan pemerintah yang mengimpor bawang merah. Menurut Wayan, keputusan itu memperpanjang daftar kegagalan pemerintah mengantisipasi kekurangan stok bawang merah.
Keren... Inilah Alasan Del Piero Cs Mau Datang ke Indonesia
Keren... Inilah Alasan Del Piero Cs Mau Datang ke Indonesia
JAKARTA - Apa alasan Alessandro Del Piero dan kawan-kawan yang tergabung di Calcio Legend datang ke Indonesia? Jawabannya adalah animo masyarakat terhadap sepak bola.
Harga Buku Makin Mahal
Harga Buku Makin Mahal
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera menetapkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) buku pelajaran. Kenaikan HET buku itu
Mitra Radar