Berita
Hewan Kurban Harus Bersertifikat
Sabtu, 06 Oktober 2012 10:53 WIB | Dibaca 384 kali
PADANG-Sebentar lagi Idul Adha 1433 Hijrah menjelang dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Barat mengingatkan kurban yang hendak dijual menjelang hari raya itu harus memiliki sertifikat guna memberikan jaminan kesehatan. "Dinas Peternakan di setiap daerah di Sumbar haruslah mengeluarkan sertifikat bahwa hewan kurban yang dijual benar-benar dalam keadaan sehat dan layak untuk disembalih," ujar ketua YLKI Sumatera Barat, Dahnil Aswad, Jumat (5/10).

Menurut dia, bila ada sertifikat tersebut, ada jaminan bagi konsumen bahwa hewan kurban yang dijual jelas asal-usul dan riwayatnya serta tidak mengidap penyakit apalagi daging kurban bakal dibagi-bagikan kepada warga.

Selain itu, konsumen juga berhak mengetahui sejarah hewan yang akan dibelinya karena selama ini ini pedagang hewan kurban, tidak pernah mengetahui sejarah hewan kurban yang dijualnya berasal dari mana.

Ia juga meminta Dinas peternakan di Setiap daerah di Sumbar agar menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan-hewan kurban yang dijual. Setiap tahun, pemeriksaan ini harus dilakukan untuk mengecek kelaikan hewan kurban baik dari fisiknya maupun kesehatan. "Dengan demikian akan diketahui jika ada hewan yang mengidap penyakit dan tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban, karena di rumah potong hewan pun hal ini dilakukan," ujarnya.(ant/rb)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Bandara Soetta Terbakar, Penumpang Garuda Dialihkan ke Maskapai Lain
JAKARTA - Insiden kebakaran yang terjadi di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (5/7) berimbas pada operasional penerbangan. Sejumlah penerbangan Garuda Indonesia pun mengalami keterlambantan (delay).
Barcelona Ingin Menjadi Facebook, Apple dan NASA
Barcelona Ingin Menjadi Facebook, Apple dan NASA
BARCELONA - Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu menyampaikan visinya untuk tim yang dipimpinnya. Bartomeu bertekad membawa Barca tampil dominan dalam beberapa tahun ke depan.
800 Ribu Guru Terancam tak Naik Pangkat
800 Ribu Guru Terancam tak Naik Pangkat
JAKARTA - Kebijakan baru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mewajibkab guru meneliti dan menulis karya ilmiah sebagai bagian kenaikan pangkat
Mitra Radar