Home >

Harga Karet Mengkhawatirkan


Harga Karet Mengkhawatirkan

Petani Makin Menjerit  
Gub dan Bupati Diminta Jangan Hanya Menonton

PANGKALPINANG-Terus merosotnya harga karet beberapa bulan terakhir ini mengundang khawatir politisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bangka Belitung (DPRD Babel). Ketua Komisi II, Didit Srigusjaya mengatakan, merosotnya harga karet sangat memberatkan masyarakat khususnya kalangan petani karet.
Parahnya, turunnya harga komoditi karet tidak diikuti oleh turunnya harga bahan pokok lain. Oleh sebab itu, kondisi ini diprediksi akan membuat petani karet semakin susah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terlebih komoditi karet merupakan salah satu sektor unggulan yang disiapkan Babel menghadapi pasca timah. “Harga karet saat ini mengalami penurunan secara fluktuatif. Info terakhir yang kita dapat dari petani karet berkutat dikisaran harga Rp 4 ribu per kilogram dan Rp 6 ribu per kilogram, tergantung kualitas karet juga. Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka masyarakat yang berprofesi sebagai petani karet akan menjerit karena ekonomi masyarakat semakin susah,” sebut Didit ditemui RB di ruang kerjanya, Jum’at (7/9) kemarin.
Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menekankan peran pemerintahan harus nyata dalam mengatasi permasalahan petani karet ini. Sebab komoditi karet dipersiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel sebagai pengganti komoditi timah dimasa mendatang. “Lagi-lagi diharapkan peranan dan terobosan pemerintah baik Pemerintah Daerah (Pemda) maupun DPRD untuk mencari sebuah solusi, sehingga permasalahan harga karet ini bisa diatasi. Masyarakat butuh bukti konkrit dalam mengatasi harga karet yang semakin tidak berpihak kepada petani. Apalagi perkebunan karet ialah salah satu sektor yang diandalkan pemerintah dalam persiapan pasca timah,” jelas dia.
Didit menyadari, resiko yang akan terjadi apabila krisis harga karet ini tak kunjung diatasi Pemda akan menyebabkan para petani berpindah status menjadi penambang timah. Padahal berbagai program yang bersentuhan dengan petani karet sebelumnya sudah dicanangkan pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan petani karet. “Jika harga karet ditingkat petani tidak ada peningkatan, dikhawatirkan masyarakat enggan untuk berkebun karet. Saat ini Pemprov Babel bersama DPRD melalui Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) dalam APBD Provinsi tahun 2012 telah sepakat untuk memberikan bibit karet gratis bagi masyarakat, yang mana program itu kini masih dalam proses lelang,” pungkasnya.
Sementara itu, tengkulak karet di Desa Petaling Kecamatan Mendo Barat, Ismail, saat dihubungi RB tadi malam tampak tidak semangat berbicara harga karet. Ia menuturkan, saat ini dia bersama tengkulak lainnya membeli karet dikisaran Rp 2 ribu hingga Rp 6 ribu. "Kalau karet yang disadap hari ini langsung dijual kita belinya Rp 2 ribu per kilo. Tapi kalau sudah nginap semalam kita hanya berani beli paling tinggi Rp 4 ribu. Saat ini kita berani beli Rp 6 ribu per kilo kalau karetnya sudah benar-benar keras," ungkap Ismail.
Ia menambahkan, jika kondisi ini terus terjadi bukan tak mungkin petani karet akan kelimpungan memenuhi perekonomiannya. "Kita tengkulak saja sudah kelimpungan, apalagi petani karet. Kondisi ini belum lagi jika para petani banyak tanggungan anak yang sekolah. Inilah kondisi yang benar-benar sakit yang kita hadapi. Oleh sebab itu, kita minta para pejabat kita baik gubernur, bupati dan pejabat lainnya untuk tidak tinggal diam. Bantu masyarakat yang sedang susah saat ini, jangan hanya menonton dan melihat dari jauh. Ambil solusi konkrit itu sangat kami harapkan", harap dia. (and/yak) 



Berikan Komentar

Lainnya
Serangannya Ibarat Boling, dan Gadis di Bawah Truk..Oh Dia Melindasnya
Serangannya Ibarat Boling, dan Gadis di Bawah Truk..Oh Dia Melindasnya
Jum'at, 15 Juli 2016 15:11 WIB
NICE - Data korban dari tragedi serangan truk di Nice, Prancis, Kamis (14/7) malam terus bertambah. Terakhir, setidaknya 84 orang
Serangan Truk di Prancis: Anaknya Terkapar...Berdarah
Serangan Truk di Prancis: Anaknya Terkapar...Berdarah
Jum'at, 15 Juli 2016 15:09 WIB
NICE - Serangan truk yang menabrak kerumunan orang yang sedang merayakan Bastille Day di Nice, Prancis, Kamis (14/7) malam waktu
Menang atau Kalah
Menang atau Kalah
Selasa, 28 Juni 2016 18:57 WIB
"Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, ia meninggalkan syahwat dan makannya karena aku, maka Aku yang akan
Weew... Pekerjaan Bergaji Rp 5,4 Miliar Ini Sepi Peminat
Weew... Pekerjaan Bergaji Rp 5,4 Miliar Ini Sepi Peminat
Rabu, 02 Maret 2016 07:42 WIB
SELANDIA BARU - Mendapat gaji melimpah tentu menjadi impian semua pekerja. Namun, hal itu tidak berlaku bagi sebuah pekerjaan di