Berita
Kebakaran Hutan di Babar Belum Terdeteksi
Rabu, 29 Agustus 2012 10:19 WIB | Dibaca 316 kali
MUNTOK - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menyatakan kebakaran hutan di daerah itu belum terdeteksi karena belum ada laporan dari citra satelit yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Babel. "Menurut kami kabut asap yang berlangsung akhir-akhir ini bukan berasal dari pembakaran lahan yang sering dilakukan warga, namun kiriman dari daerah lain," ujar Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Barat, Umar, Senin (28/8).
Ia mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya jika BMKG Babel mendeteksi adanya titik api di wilayah Bangka Barat akan melaporkan ke pihaknya, namun sampai saat ini belum ada laporan masuk. Selain itu, kata dia, jika pun terjadi kebakaran lahan seiring datangnya musim kemarau panjang seperti saat ini, masyarakat di daerah itu akan melaporkan ke pihak terkait untuk mengantisipasi meluasnya rembetan api ke lahan di sekitarnya. "Sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat sehingga dapat disimpulkan kabut asap yang terjadi akhir-akhir ini bukan berasal dari lahan di Bangka Barat, bisa saja kiriman dari daerah lain," kata dia.
Dalam upaya antisipasi terjadinya kebakaran lahan, kata dia, pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan sosialisasi mengenai bahaya dan antisipasi terjadinya kebakaran hutan kepada para kepala desa dan pegawai yang langsung bersentuhan dengan hutan dan perkebunan.
Dalam sosialisasi tersebut, kami menekankan untuk membuka lahan dengan pola manual dengan traktor atau pembabatan untuk menghindari kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau. Untuk perusahaan perkebunan, kata dia, berdasarkan pantuan yang dilakukan sampai saat ini tidak ada perusahaan perkebunan yang melakukan pembukaan lahan dengan pola pembakaran. "Semua perusahaan di bangka barat sudah melakukan pola pembukaan lahan dengan traktor yang aman dari kebakaran hutan, untuk warga kami minta kebiasaan turun temurun membuka lahan dengan cara pembakaran ditinggalkan karena tidak ramah lingkungan," ujarnya.
Ia menjelaskan, perlu peningkatan kesadaran kepada warga dan perusahaan perkebunan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampak kebakaran lahan yang terjadi sangat membahayakan, asapnya mengganggu kesehatan, transportasi pelayaran dan penerbanganan. "Memang membuka lahan dengan membakar lebvih praktis dan murah, namun efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan, keselamatan penerbangan dan kelestarian lingkungan. Itu yang perlu disadari warga," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, Wilayah Muntok pada Senin (27/8), sejak pagi hingga siang tertutup asap meskipun belum begitu mengganggu jarak pandang, namun kabut asap tersebut dirasakan lebih tebal dari beberapa pekan lalu. Gunung Menumbing yang biasanya terlihat jelas dari Komplek Kantor Bupati Bangka Barat, sama sekali tidak terlihat karena tertutup kabut asap. (RB/Ant)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
KOP DPRD BATENG, 7 Raperda Bateng Disetujui Menjadi Perda
KOP DPRD BATENG, 7 Raperda Bateng Disetujui Menjadi Perda
KOBA - Dalam gelaran sidang paripurna yang digelar di gedung DPRD Bangka Tengah (Bateng) Selasa (31/3) pagi kemarin, akhirnya kelima fraksi DPRD Bateng menyetujui ketujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Bateng.
Ketum PSSI tak Boleh Terlilit Masalah
Ketum PSSI tak Boleh Terlilit Masalah
JAKARTA- Mantan anggota Komite Eksekutif PSSI Ashar Suryobroto mengatakan, pengurus PSSI harus lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan terkait dengan Kongres PSSI pada 18 April nanti.
Penerapan Kedisiplinan SMAN 2 Pangkalpinang, Bolos Hari Ini, Besok Orang Tua Dipanggil
Penerapan Kedisiplinan SMAN 2 Pangkalpinang, Bolos Hari Ini, Besok Orang Tua Dipanggil
PANGKALPINANG - Beberapa program diterapkan oleh SMAN 2 Pangkalpinang dalam meningkatkan kedisiplinan para peserta didik. Terlebih meminimalisir kebiasaan bolos para siswa yang kerab membuat gerah pihak sekolah, hingga menerapkan pemanggilan orang tua siswa yang dinilai efektif menanggulangi kebiasaan bolos tersebut.
Mitra Radar