Berita
Pembelian Kendaraan Diprediksikan Menurun
Rabu, 29 Agustus 2012 10:08 WIB | Dibaca 292 kali
KOBA - Pembelian kendaraan roda dua dan empat di Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) pada Juli 2012 mencapai 702 unit dan ke depannya diprediksikan menurun. "Pembelian kendaraan baru roda dua dan empat di Bateng mencapai 702 unit dan ke depannya saya memprediksikan jumlah pembelian kendaraan akan menurun karena menurunnya daya beli," ujar Kepala UPT DPPKAD Bateng, Subakir, Senin (27/8).
Kemungkinan penurunan jumlah pembelian kendaraan bermotor baru roda dua dan empat disebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor. "Kami tidak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor karena semua itu sepenuhnya tergantung pada kondisi perekonomian masyarakat yang bersangkutan," ujarnya.
Subakir menjelaskan, rincian pembelian kendaraan bermotor roda dua dan empat sebanyak 702 unit tersebut yakni untuk kendaraan roda dua mencapai 646 unit dan roda empat 56 unit tersebar di enam kecamatan di daerah tersebut. Keenam kecamatan tersebut yakni kecamatan Koba, Lubuk Besar, Pangkalan Baru, Sungai Selan, Simpang Katis dan Namang.
Sementara, pendapatan daerah dari sektor pajak bea balik nama kendaraan bermotor atau pembelian kendaraan baru tersebut mencapai Rp1,72 miliar dan ke depannya diharapkan kondisi perekonomian masyarakat semakin membaik, sehingga daya beli mereka terhadap kendaraan bermotor kembali normal. "Besar kecilnya pendapatan daerah dari sektor pajak pembelian kendaraan baru (BBNKB) tersebut sangat bergantung pada kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat, sehingga apabila pembelian kendaraannya meningkat, maka otomatis pendapatan daerah juga akan meningkat," terang Subakir.
Subakir menilai penyebab menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut dikarenakan anjloknya harga berbagai komoditas unggulan khususnya di Kabupaten Bateng, seperti harga timah, kelapa sawit, karet, lada dan lainnya. "Saat ini timah dan hasil perkebunan lainnya masih tetap menjadi mata pencaharian kebanyakan masyarakat khususnya di Bateng, sehingga apabila harga berbagai komoditas tersebut anjlok maka berdampak pada daya beli mereka terhadap kendaraan bermotor," terangnya.
Selain dipengaruhi anjloknya harga berbagai komoditas unggulan, kemungkinan penurunan jumlah pembelian kendaraan bermotor juga disebabkan adanya pergeseran pola kehidupan dan skala prioritas setiap rumah tangga khususnya di Bateng. "Dahulu memang kendaraan roda dua maupun empat masih menjadi prioritas bagi setiap rumah tangga yang dapat dilihat setiap rumah pasti memiliki minimal satu unit kendaraan, namun saat ini prioritas masyarakat beralih pada sektor lainnya seperti pendidikan anak dan lainnya, sehingga pembelian kendaraan bermotor menurun," tandasnya. (ant/rb)



comments powered by Disqus
EPaper Facebook twitter RSS
Daihatsu Harap Xenia Enggak Ada Matinya
Daihatsu Harap Xenia Enggak Ada Matinya
JAKARTA-Jejak Multi Purpose Vehicle (MPV) legendaris Indonesia, Toyota Kijang menjadi inspirasi Daihatsu untuk mempertahankan keberadaan Low MPV Xenia. Toyota Kijang yang dicintai penggemarnya hingga puluhan tahun itu diharapkan bisa dikecap pula oleh Daihatsu Xenia.
Liverpool vs Madrid, Tuah Anfield
Liverpool vs Madrid, Tuah Anfield
LIVERPOOL-Laga big match akan tersaji dalam gameweek 3 Liga Champions Grup B. Dua klub dengan reputasi mentereng di Eropa, Liverpool dan Real Madrid akan saling bunuh dalam laga yang dihelat di Anfield, Kamis (23/10) dini hari nanti.
10 Guru Bantu Ketemu Jokowi
10 Guru Bantu Ketemu Jokowi
JAKARTA - Sepuluh perwakilan guru bantu dari Provinsi DKI Jakarta mendapat kesempatan untuk berdialog dan mengikuti tur Istana bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (20/10) siang.
Mitra Radar