Pertanyakan Uang Plasma Kebun Sawit


Pertanyakan Uang Plasma Kebun Sawit

Warga Curhat ke DPRD 

TANJUNGPANDAN-Sejumlah warga yang mewakili masyarakat Desa Air Seruk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung mendatangi kantor DPRD Kabupaten Belitung, Senin (30/7). Kedatangan warga ini selain berkonsultasi dengan DPRD juga mempertanyakan surat yang telah mereka layangkan terkait kejelasan penyerahan hasil plasma tanaman sawit PT AMA beberapa waktu lalu. Salah satu perwakilan masyarakat Desa Air Seruk, Azwar ditemui Belitong Ekspres (Grup RB) di ruang Komisi II DPRD Kabupaten Belitung mengatakan, kedatangan pihaknya dalam rangka berkonsultasi sekaligus mempertanyakan kepada DPRD mengenai tindak lanjut surat yang mereka layangkan beberapa waktu lalu. 
Dalam surat tersebut Azwar meminta, agar DPRD Kabupaten Belitung dapat memfasilitasi warga duduk satu meja dengan koperasi serba usaha (KSU) Mitra Mandiri Sejahtera sebagai penerima hasil plasma dan PT AMA. Sebab, menurut warga, tidak ada transparansi dalam pembagian hasil plasma. “Hasil plasma tanaman sawit PT AMA tidak pernah dilibatkan dalam hal ini. Bahkan warga taunya hasil plasma sudah dibagikan saja lewat media, pengurus koperasi tidak pernah mengundang atau memberitahukan kepada warga. Jadi yang datAng pada waktu penyerahan hasil plasma di kantor Bupati yang lalu, hanya segelintir orang yang berkepentingan untuk mendapatkan hasil plasma tersebut,” ungkap Azwar.
Padahal menurut Azwar, visi misi PT AMA awalnya membuka perkebunan sawit di desa mereka adalah untuk mensejahterakan masyarakat dengan iming-iming kebun plasma yang hasilnya untuk masyarakat Desa Air Seruk. “Kalau pembagian hasil plasma yang kemarin jelas hanya untuk pengurus koperasi yang berjumlah sekitar 60 orang. Sedangkan menurut konsultasi kami dengan Disperindagkop Kabupaten Belitung bahwa anggota KSU Mitra Mandiri Sejahtera adalah seluruh masyarakat Desa Air Seruk. Inilah yang kami pertanyakan, karena hingga saat ini warga tidak pernah mendapat kabar berapa hasil plasma yang diserahkan. Kami saja taunya dari media, bahwa ada sekitar Rp 3 miliar lebih yang diserahkan kepada pengurus koperasi,” paparnya.
Selain itu yang menjadi pertanyaan warga, saat ada penyerahan secara simbolis sebesar Rp 3 miliar lebih di depan pejabat Pemerintah Daerah, ternyata berdasarkan informasi yang diperoleh warga, jumlah uang tersebut diserahkan secara bertahap. “Jadi pada waktu kami bertanya kepada PT AMA, ternyata dibagikan bertahap, istilah mereka per termin. Ini kan bukan proyek, yang dibayarkan per termin. Saya rasa ini pembohongan publik, waktu di depan bupati diberikan secara simbolik dengan nilai yang cukup fantastis, kenyataannya kok diberikan bertahap. Ada apa ini?” bebernya.
Tak hanya itu saja, Azwar memaparkan bahwa keseluruhan hasil penjualan kebun sawit plasma dari tahun 2008 hingga bulan juni 2012 sebesar Rp 23.298.678.890 dan PT AMA hanya menyerahkan 15 persen dari total hasil penjualan yakni Rp 3.445.184.032. “Hasil penjualan kita seluruhnya Rp 23 miliar lebih, dan diserahkan hanya 15 persen yakni sebesar Rp 3 miliar lebih. Kenapa koperasi cuma dapat segitu, katanya alasannya yang 85 persennya untuk ongkos produksi selama tahun 2008 hingga tahun 2012,” paparnya.
Walaupun yang diterima koperasi hanya sebesar 15 persen dari total penjualan, namun hal tersebut menurut Azwar tidak jadi masalah. Namun belakangan diketahui ternyata dari 15 persen pembagian itu juga akan dipotong lagi untuk ongkos produksi bulan-bulan berikutnya. “Ini kan namanya pembodohan kepada masyarakat. Kita ini sudah dapat bagian 15 persen, malah dipotong lagi untuk ongkos produksi berikutnya. Seharusnya dengan hasil penjualan dari tahun 2008 yang lalu bias diputar untuk ongkos produksi. Jelas ini ada yang tidak beres, di media munculnya lain, kenyataan di lapangan malah lain juga,” pungkas Azwar. 
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung, Hasbih dan Deky Siswoyo berencana akan melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak terkait berkenaan dengan hasil kebun sawit plasma PT AMA.  “Masih kita jadwalkan dulu, karena suratnya juga memang baru turun ke kita. Nanti kita akan konsultasikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Belitung, kapan kita jadwalkan pemanggilan. Karena dalam beberapa hari ini kita juga mempunyai jadwal yang padat membahas anggaran,” ungkap Deky.
Deky menilai, untuk menyelesaikan persoalan ini, memang harus dipanggil semua pihak yang berkaitan dengan hal ini. Karena jika hanya sebelah pihak saja, maka tidak akan diketahui apa yang sebenarnya yang menjadi persoalan dan apa yang salah dalam hal ini. “Kita rencananya akan melakukan pemanggilan kepada semua pihak terkait seperti Disperindagkop, PT AMA, dari Koperasi dan perwakilan warga Desa Air Seruk. Setelah nanti kita kumpulkan barulah kita akan tahu dimana yang miss dalam hal ini,” tukasnya. (san)



Berikan Komentar

Belitong Lainnya
BI Berharap  Inflasi Menurun, Kesejahteraan Nelayan Meningkat
BI Berharap Inflasi Menurun, Kesejahteraan Nelayan Meningkat
Jum'at, 23 Februari 2018 09:34 WIB
BELITUNG- Kepedulian Bank Indonesia terhadap kesejahteraan Nelayan sekaligus menekan Inflasi khususnya di Belitung semakin nyata dilakukan. Ini terlihat dari pergelaran
Jasa Raharja Santuni 2 Korban Laka di Beltim Masing-Masing Santunan Sebesar Rp 50 Juta
Jasa Raharja Santuni 2 Korban Laka di Beltim Masing-Masing Santunan Sebesar Rp 50 Juta
Selasa, 13 Februari 2018 14:47 WIB
PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membayarkan santunan kepada dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas
 ISPB Peduli Anak Korban Laka Lantas
ISPB Peduli Anak Korban Laka Lantas
Selasa, 13 Februari 2018 14:45 WIB
TANJUNGPANDAN - Kepedulian terhadap korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) ditunjukkan Ikatan Sopir Pariwisata Belitung (ISPB).
Deklarasi Sukseskan Pilkada 201, TNI/Polri Gandeng Jurnalis
Deklarasi Sukseskan Pilkada 201, TNI/Polri Gandeng Jurnalis
Selasa, 13 Februari 2018 14:42 WIB
TANJUNGPANDAN - Polres Belitung, Kodim 0414 Belitung, Jurnalis Belitung mendeklarasikan dukungan untuk mensukseskan Pilkada Serentak 2018 di Negeri Laskar Pelangi.