Dugaan Pungli di Pelabuhan ini Disorot


Dugaan Pungli di Pelabuhan ini Disorot

Sopir-sopir Kabarnya Harus Setor Kepada Oknum

    TANJUNGPANDAN - Untuk kesekian kalinya dua pelabuhan terbesar di Belitung, yakni Pelabuhan Tanjung RU dan Tanjung Batu menjadi sorotan lantaran banyaknya dugaan pungutan liar (pungli) di lokasi itu. Bahkan, Pasi Intel Kodim 0414 Belitung Kapten CHB Syarifuddin mengakui adanya dugaan kegiatan pungli yang dilakukan oknum-oknum tersebut. Dugaan adanya aktifitas Pungli itu membuat pria yang akrab disapa Kapten Syarif ini geram.

    Kapten Syarif mengungkapkan, awal mula terjadinya pungli itu lantaran truk-truk bermuatan melebihi tonase masuk ke pelabuhan itu. Untuk melancarkan angkutannya, pihak truk-truk harus mengeluarkan sejumlah uang kepada oknum-oknum tersebut. "Agar para truk-truk yang bermuatan melebihi tonase dapat naik di atas tongkang," kata Kapten CHB Syarifuddin. Aktivitas, tersebut sudah diketahui sejak beberapa bulan lalu. Namun, Syarif masih bungkam mengenai siapa yang terlibat di dalam pungli itu.

    Selain pungli, akibat muatan tonase yang berlebihan, sejumlah akses jalan arah Tanjung Batu menuju Tanjungpandan, banyak yang rusak. Khususnya akses masuk ke Pelabuhan Tanjung Batu saat memasuki tongkang. Lebih parah lagi, truk-truk yang melebihi tonase tersebut, ugal-ugalan saat melaju di jalan raya, sehingga meresahkan masyarakat. Bahkan kabarnya, warga sekitar sempat protes ke Polres Belitung agar polisi menindak tegas truk-truk tersebut.

    Sementara itu, Ketua Saber Pungli Kabupaten Belitung Kompol Muhammad Nizar mengatakan, dirinya baru mengetahui adanya aktivitas itu. Dalam waktu dekat ini, dia akan menertibkan siapapun yang terlibat pungli di dua pelabuhan tersebut. Nizar juga meminta kepada para anggotanya untuk terus bergerak. "Jika menemukan adanya punggutan liar itu, langsung aja tindak dan tangkap," kata Kompol Nizar. Menurutnya, saat ini Tim Saber Pungli, tidak main-main dalam menanggani kasus ini. 

    Hingga berita ini diturunkan, Kepala KSOP Tanjungpandan Capt Muas Effendi ketika dikonfirmasi belum bisa memberikan jawaban. Sebab, beberapa kali nomor seluler yang dihubungi 081273094xxx tidak aktif. Sebelumnya, Capt Muas, mengelak adanya informasi itu. Bahkan, dia mengatakan anak buahnya tidak ada yang bernama atau berinial OK, seperti yang diisukan oleh para sopir-sopir truk. Selain itu, Capt Muas juga membantah keterlibatan dia dalam kasus pungli ini. Menurutnya, ia tak pernah menarik punggutan liar kepada para sopir itu.

    Kata Capt Muas, Pihak KSOP Tanjungpandan hanya menarik Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke setiap truk-truk yang hendak melakukan penyebarang ke berbagai tujuan di luar Pulan Belitung, yang melintasi pelabuhan terletak di Ujung Barat Belitung. "Biaya penarikan PNBP itu hanya sebesar Rp 5500, per-truk atau perkendaraan," kata Capt Muas Effendi, kepada Belitong Ekspres, Kamis (26/3) lalu. Meski begitu pihak KSOP Tanjungpandan, akan menelusuri informasi itu. "Jika memang ada anggota atau pegawai kami yang terlibat, maka kita akan melakukan tindakan tegas, bahkan bisa dipecat," tegas Capt Muas.(kin)





Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Destinasi Belitung Kian Melambung
Destinasi Belitung Kian Melambung
Rabu, 17 Mei 2017 15:54 WIB
BELITUNG - Masyarakat di sekitar Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin sadar wisata. Mereka pun makin
Aksi Penyalaan Lilin Tetap Digelar, Tanah Kelahiran Ahok Damai
Aksi Penyalaan Lilin Tetap Digelar, Tanah Kelahiran Ahok Damai
Selasa, 16 Mei 2017 19:01 WIB
GANTUNG - Ratusan orang berkumpul di halaman kediaman keluarga besar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Senin (15/5) sore hingga malam.
Motor Dinas Dilelang Rp 200 Ribu, Mobil Seharga Rp 1,2 Juta
Motor Dinas Dilelang Rp 200 Ribu, Mobil Seharga Rp 1,2 Juta
Selasa, 09 Mei 2017 00:28 WIB
MANGGAR - Sebanyak 47 unit kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan dilelang Rabu, (17/5) besok. Namun, sejak Senin
Ada Lepat 3,65 Meter di Desa Limbongan
Ada Lepat 3,65 Meter di Desa Limbongan
Senin, 08 Mei 2017 04:57 WIB
GANTUNG - Lepat Gede sepanjang 3,65 meter dan lingkaran 1,25 meter disiapkan masyarakat Desa Limbongan dalam acara Maras Taun tingkat