Ini Syarat TKA Kerja di Belitung


Ini Syarat TKA Kerja di Belitung

    MANGGAR - Terkait dugaan adanya Perusahaan Asing yang bergerak di bidang Pertambangan biji timah dengan adanya indikasi memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) diwilayah Dusun Gumbak, Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), beberapa waktu lalu, membuat Dinas Tenaga kerja, Koperasi, dan UKM (DisnakerkopUKM) angkat bicara.

    Saat dikonfirmasikan Kepala DisnakerkopUKM Beltim, Erna Kunondo, melalui, Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Penyelesaian Perselisihan, DisnakerkopUKM Beltim, Della Wahyudi melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa pihaknya Senin (9/1) hari ini akan mendatangi lokasi tersebut guna menindaklanjuti permasalahan yang ada.

    Dan menambahkan bahwa Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan dan Permenakertrans No 16 tahun 2015 Sebagaimana telah diubah dengan Permenakertrans No 35 tahun 2015 tentang tata cara penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), dapat disampaikan bahwa TKA diperkerjakan dalam hubungan kerja untuk jabatan tertentu dan waktu tertentu serta dilarang menduduki jabatan yang mengurusi Personalia dan/atau Jabatan Jabatan tertentu sesuau dengan peraturan per UUianan.

    "Dengan syarat diantaranya Memiliki Pendidikan sesuai syarat jabatan, memiliki sertifikat kompetensi atau pengalaman minimal 5 tahun, Wajib mengalihkan atau transfer ilmu ke TM pendamping, memiliki polis asuransi berbadan hukum Indo dan kepesertaan jaminan sosial nasional bagi TKA," ungkap Della.

     Bukan hanya itu dikatakan Dela bahwa, TKA wajib memiliki Imta, sesuai persyaratan diatas. Dan Jika perusahaan berani melanggar ketentuan tersebut sesuai dengan UU Ketenagakerjaan akan dikenakan sanksi pidana. Saat ditanya mengenai pengawasan TKA Della menambahkan bahwa pengawasan tersebut dilakukan oleh Pengawas Ketenagakerjaan sesuai dengan Peraturan UU yang berlaku.

    "Mengenai pengawasan TKA dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan sesuai peraturan per UU an, sesuai UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, bahwa untuk petugas pengawas ketenagakerjaan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, Sehingga Kabupaten tidak memiliki kewenangan dalam pengawasan ketenagakerjaan," tegas Della.

    Disampaikan mantan Staf Bidang Hukum Setda Beltim ini, Meski demikian pihaknya tetap akan menindaklanjuti hal ini, dan akan mendatangi lokasi yang dimaksud. Dan Kegiatan penggunaan TKA di Kabupaten Beltim tetap akan ditindaklanjuti oleh DisnakerkopUKM Beltim segera mungkin, sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

    Sebelumnya dikabarkan adanya dugaan TKA yang berasal dari Tiongkok, sedang bkerja di dusun Gumbak Desa Mentawak Kelapa Kampit pada pembangunan yang bergerak dibidang pertambangan pasir timah. 

    Saat ditemui Wartawan, pengelola tempat itu yang bernama Nandi nampak bersama 3 orang TKA asal Tiongkok, yang ke 3 nya tidak bisa berbahasa Indonesia, dan Nandi mengatakan mereka adalah kontraktor yang mengerjakan Instalasi pipa besi rangkaian pembangunan rangka baja. Nandi yang pada saat itu ditanya terkait pembangunan tersebut banyak tidak mengetahui akan pengerjaan dan soal TKA asal Negeri tirai bambu tersebut. (feb)





Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Nekat Cabuli Tetangga di Kebun Sawit
Nekat Cabuli Tetangga di Kebun Sawit
Jum'at, 24 Maret 2017 11:51 WIB
TANJUNGPANDAN - Tak kuasa menahan hawa nafsu lantaran sering menonton film porno, seorang pemuda bernama Dd (24), nekat mencabuli Bunga
Lagi, Geger Isu Penculikan Anak
Lagi, Geger Isu Penculikan Anak
Jum'at, 24 Maret 2017 10:18 WIB
TANJUNGPANDAN-Warga Belitung kembali digegerkan dengan adanya informasi peculikan seorang bocah di Jalan Pak Tahau, Desa Air Saga, Kamis (26/3) kemarin.
Jangan Usulkan Kegiatan di Luar Musrenbang
Jangan Usulkan Kegiatan di Luar Musrenbang
Jum'at, 24 Maret 2017 10:16 WIB
MANGGAR - Salah satu kelemahan perencanaan pembangunan yang menjadi isu nasional adalah belum optimalnya kesediaan data yang akurat.
Pemilik Toko Miras Diminta Insyaf
Pemilik Toko Miras Diminta Insyaf
Jum'at, 24 Maret 2017 10:15 WIB
TANJUNGPANDAN-Organisasi Pemuda dan Islam di Belitung, menyatakan sikap perang terhadap minuman keras (Miras) di Negeri Laskar Pelangi.