Dewan Soroti Harga Cabe Rawit Meroket


Dewan Soroti Harga Cabe Rawit Meroket

    TANJUNGPANDAN-Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung ikut menyoroti meroketnya harga jual cabe di pasaran. Pasalnya, minimnya kesadaran masyarakat bercocok tanam, membuat harga cabe rawit mencapai Rp 150 Ribu per kilogram (Kg).

    Menurutnya, jika masalah ini terus dibiarkan, ia khawatir menimbulkan inflasi baru di awal tahun. “Inilah akibatnya kalau kita tidak mau menanam dan selalu ingin menjadi konsumen. Padahal menanam cabe itukan tidak begitu susah serta tidak perlu memikirkan lahan terlalu luas. Apabila untuk keperluan sendiri, tinggal beli polibag dan kita tanam cabe di situ,” kata Budi kepada Belitong Ekspres, Minggu (8/11) kemarin.

    Senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Belitung Saryadi. Kata dia, melonjaknya harga cabe yang dominan dipasok dari luar daerah Belitung salah satunya disebabkan faktor cuaca. Tentu harga jual cabe yang telah menembus Rp 120 Ribu- Rp 150 Ribu, sangat memprihatinkan. 

    "Kenaikan ini bisa jadi pemicu lajunya inflasi, apa lagi akan berlangsung cukup lama. Lantas, bukan tidak mungkin harga ini akan terus bertahan hingga tiga bulan ke depan," ujarnya.

    Menurut Politisi PPP ini, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Instansi terkait lainnya harus bekerja ekstra, guna menekan harga cabe. Sehingga, persoalan ini dapat diatasi khususnya di wilayah Kabupaten Belitung.

    "Berikan program penyuluhan dan praktek secara langsung kepada masyarakat. Di samping itu, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan lahan di sekitar pekarangan rumah untuk menanam cabe. Apalagi harga cabe di pasaran saat ini sangat tinggi," sarannya.

    Diakui Saryadi, tingkat konsumtif masyarakat akan bumbu dapur satu ini tidak seimbang jumlah dengan petani cabe di Belitung. Sehingga, stok cabe lebih banyak di suplai daerah lain. Supaya tidak kembali terulang, salah satu solusi dengan memanfaatkan sisa lahan yang ada.

    "Saya kira masalah ini tidak hanya di Belitung yang mengalaminya, tetapi juga terjadi di sejumlah daerah. Sembari menunggu harga kembali normal masyarakat harus belajar menanam cabe di sekitar rumahnya masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sendiri," ucapnya.

    Kata Saryadi, sudah saatnya masyarakat Belitung menjadi masyarakat yang produktif. Sehingga tidak hanya dikenal sebagai kota tujuan Wisata, tetapi juga dengan perkebunannya hingga ke Mancanegara. Jika ada keseriusan, tentu akan berdampak positif untuk kemajuan dan kesejahteraan daerah.

    "Kitakan sudah punya sawah, coba disamping bersawah waktunya dimaksimal dengan menanam cabe, sayur-sayuran dan berbagai tanaman lainnya, pasti akan terlihat baik dan bermaanfaat pula. Apalagi, jika sudah memasuki masa tidak produktif tentu ada lahan kosong. Saya kira bisa digunakan untuk menanam tanaman lainnya. Jika ada keseriusan tentu akan terealisasi, dan akan berdampak baik bagi kemajuan daerah," sarannya. (mg1/mg2)





Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Pansus KIP KM Kamilah Terbentuk, Segera Bekerja Sesuai Tuntutan Nelayan
Pansus KIP KM Kamilah Terbentuk, Segera Bekerja Sesuai Tuntutan Nelayan
Rabu, 15 November 2017 10:02 WIB
MANGGAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Kapal Isap Produksi (KIP) KM Kamilah. Anggota DPRD
Gubernur Balas Surat Bupati Beltim, IUP KIP Belum Bisa Dicabut
Gubernur Balas Surat Bupati Beltim, IUP KIP Belum Bisa Dicabut
Rabu, 15 November 2017 09:53 WIB
GUBERNUR Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan akhirnya membalas surat yang dilayangkan Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza. Surat
Ratusan Pelajar Nyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza
Ratusan Pelajar Nyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza
Selasa, 14 November 2017 11:16 WIB
TANJUNGPANDAN - Ratusan siswa-siswi Kabupaten Belitung menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, dalam Semarak Indonesia Jaya 2017 di Halaman Mako
Satlantas Tilang 1100 Pelanggar
Satlantas Tilang 1100 Pelanggar
Selasa, 14 November 2017 11:15 WIB
TANJUNGPANDAN - Jajaran Satlantas Polres Belitung berhasil menilang sebanyak 1100 pelanggar, dalam Operasi Zebra Menumbing (OZM) 2017 yang dimulai sejak