Pelajar SMP Overdosis Obat Batuk


Pelajar SMP Overdosis Obat Batuk

    TANJUNGPANDAN - Maraknya kasus kenakalan remaja di Belitung seperti penyalahgunaan obat batuk telah memakan korban jiwa. Seorang siswi AE (15), pelajar kelas VIII salah satu SMP di Tanjungpandan, meregang nyawa usai dilarikan RSUD Marsidi Judono, Sabtu (7/1) akhir pekan lalu.

    Pihak kepolisian memastikan anak baru gede ini meninggal dunia lantaran diduga overdosis minum obat batuk sachet dicampur dengan minuman kemasan gelas plastik. Meski sempat menjalani perawatan, warga Jalan Kelapa Kerak RT 08 RW 21 ini, tak bisa tertolong. Sebelumnya, korban bersama lima rekannya yakni Fatma (16) Warga Desa Air Ketekok, Sisi (17) warga Selat Nasik, Wilma (16) warga Jalan Baru Desa Paal Satu, pesta obat batuk yang dicampur teh gelas. Bersama temennya, Ario (17) warga Jalan Tanjung RU Desa Pegantungan, dan Budi (16) warga Desa Pancur Pangkallang, kumpul di sebuah Kontrakan Desa Air Ketekok.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, setelah beberapa jam mengkonsumsi obat itu, dada korban merasa sakit. Kemudian korban, dibawa ke RSUD Marsidi Judono. Dokter yang menangani, langsung membawanya ke Ruang ICU, namun nyawa korban tak dapat tertolong.

    Kapolres Belitung AKBP Sunandar membenarkan penyebab tewasnya korban disebabkan overdosis setelah meneguk sekitar 10 sachet obat batuk dicampur dengan minuman kemasan gelas. Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini. Bahkan tindakan dari kepolisian memeriksa saksi-saksi dan pemilik toko dan kontrakan. Dari keteranganya pelaku membeli obat batuk dan minuman di Kawasan Air Ketekok lalu di konsumsi ramai-ramai. Sebelumnya, rencana pesta obat batuk itu sudah direncanakan dua hari sebelum kematian korban. Waktu itu, korban mengajak rekan-rekannya untuk pesta minuman dan obat-obat batuk tersebut, hingga akhirnya wanita ini tewas.

    Rencana ke depan pihak Polres Belitunh akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung untuk mengantisipasi peristiwa ini kembali terjadi. Bahkan, rencana polisi akan memperketat peredaran obat ini ke sejumlah toko-toko. "Jadi, orang khususnya para remaja tidak mudah untuk membeli obat batu ini. Info yang saya terima, sudah banyak korban yang disebabkan oleh obat batuk ini," kata AKBP Sunandar, kepada Belitong Ekspres, Minggu (8/1) kemarin.

    Pria Jebolan Akademi Polisi (AKPOL) tahun 1998 ini meminta kepada masyarakat khususnya orang tua agar mengawasi anaknya. Jangan sampai peristiwa ini kembali terjadi. "Pamitnya nginep ke rumah teman, tapi malah pesta obat. Orang tua harus memperketat pengawasan terhadap anaknya,"pungkasnya.

    Sementara itu, Wilma mengakui temannya tewas lantaran overdosis. Sebelumnya, korban sudah merencanakan hal tersebut. AE mengajak dia untuk pesta minuman dan komik, beberapa hari sebelum korban tewas."Setelah itu, kita kumpul dan membeli obat batuk itu. Kita belinya dengan uang sendiri-sendiri," kata Wilma kepada Belitong Ekspres, di hadapan Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Praditina, Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Matta. Atas peristiwa ini sejumlah pihak mengaku prihatin. Lantaran sebelumnya, sudah pernah terjadi kasus serupa beberapa tahun lalu. Namun, hal itu tidak membuat pelaku jerah dan berhenti.

    Kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Irfani Mauran, pihaknya sering memperingatkan kepada para guru untuk menghimbau kepada murid-muridnya agar tidak mengkonsumsi obat itu. Namun, peran guru hanyalah di sekolah. Di luar pelajaran, siswa-siswi menjadi tanggungjawab orang tua. Bahkan, Irfani mengaku kecewa dengan adanya peristiwa menginggalnya seorang siswi yang diakibatkan overdosis obat batuk.

    Apalagi sebelum peristiwa ini, korban berbohong kepada orang tua dengan alasan belajar kelompok. "Saat ini memang ujian bagi kami. Sebelum kasus ini, beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan tramadol," katanya. Seharusnya, orang tua belajar dari kasus itu. Masalah tramadol belum selesai malah muncul lagi kasus baru. "Makanya orang tua harus sering-sering baca koran. Setelah membaca langsung dipahami," kata Irfan dengan nada kesal.

    Kedepan, setelah kasus itu pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung dan instansi terkait mengenai masalah ini. Jangan sampai peristiwa ini terjadi kesekian kalinya."Kami berharap peran kepolisian dan Pol PP tegas dalam menangani masalah ini. Khususnya terus melakukan razia-razia di kontrakan-kontrakan. Jika ada yang mencurigakan langsung ditindak," pintanya. (kin/yud)





Berikan Komentar

Belitong Lainnya
Nekat Cabuli Tetangga di Kebun Sawit
Nekat Cabuli Tetangga di Kebun Sawit
Jum'at, 24 Maret 2017 11:51 WIB
TANJUNGPANDAN - Tak kuasa menahan hawa nafsu lantaran sering menonton film porno, seorang pemuda bernama Dd (24), nekat mencabuli Bunga
Lagi, Geger Isu Penculikan Anak
Lagi, Geger Isu Penculikan Anak
Jum'at, 24 Maret 2017 10:18 WIB
TANJUNGPANDAN-Warga Belitung kembali digegerkan dengan adanya informasi peculikan seorang bocah di Jalan Pak Tahau, Desa Air Saga, Kamis (26/3) kemarin.
Jangan Usulkan Kegiatan di Luar Musrenbang
Jangan Usulkan Kegiatan di Luar Musrenbang
Jum'at, 24 Maret 2017 10:16 WIB
MANGGAR - Salah satu kelemahan perencanaan pembangunan yang menjadi isu nasional adalah belum optimalnya kesediaan data yang akurat.
Pemilik Toko Miras Diminta Insyaf
Pemilik Toko Miras Diminta Insyaf
Jum'at, 24 Maret 2017 10:15 WIB
TANJUNGPANDAN-Organisasi Pemuda dan Islam di Belitung, menyatakan sikap perang terhadap minuman keras (Miras) di Negeri Laskar Pelangi.